Gegaraning Wong Akrami..

Kali ini postingan nya beda, lebih berisi.. iya, kaya badanku.. ahahhahaa *bilang aja gendut* :p
nggak ada maksud apa-apa, cumaaan, pengen ngebahas sebuah lagu Jawa yang abis saya baca di twitter, yang bercerita tentang pegangan hidup kehidupan rumah tangga. Dan kenapa di bahas? karenaaaa.. guweh bangeets.. hihiihii.. yess, dimana cewek kalo umurnya udah 25 tahun, klo masi sendirian (belum berumah tangga) pertanyaan yang kayaknya wajib semua orang tanyakan kalau bertemu adalah, “hei, kapan nikah?”.. ya gak? Nah, sebelum menjawab kapan nikah? saya mau membahas sebuah petuah jawa melalui tembang (lagu) Asmaradana yang menurut saya kece, oke..🙂
Apa sih Asmaradana?
Asmaradana merupakan salah satu tembang macapat di dalam kebudayaan Jawa.. Biasanya dinyanyikan oleh orang yang sedang jatuh cinta.. dari asal katanya Asmara + Dahana.. dimana, Asmara artinya katresnan atau cinta atau kasih sayang.. dan Dahana, yang artinya api.. sooo, Asmaradana mungkin artinya sama dengan api asmara.. syarat lagu nya menggunakan tata syair 8-i, 8-a, 8-é, 8-a, 7-a, 8-u, 8-a..  🙂

Naah, macam liriknya asmaradana ini macem-macem, tapi yang mau saya bahas disini adalah yang petuah tentang landasan orang menikah.. biar saya, maupun orang yang menyempatkan baca tulisan saya ini tau sebelum melangkah, tau dan mau mengerti apa yang menjadi landasan suatu pernikahan, ga sembarang menikah saja..🙂

syair atau liriknya begini :

Gegaraning wong akrami
Dudu bandha dudu rupa
Amung ati pawitané
Luput pisan kena pisan
Lamun gampang luwih gampang
Lamun angèl, angèl kalangkung
Tan kena tinumbas arta



yang artinyaaaa..
Gegaraning wong akrami …………… Pegangan atau pedoman orang yang menikah
Dudu bandha dudu rupa…………….. Bukan harta, bukan pula bentuk fisik
Amung ati pawitane…………………… Didasari atau dilandasi karena hati yang baik
Luput pisan kena pisan ……………… Sekalinya salah akan cenderung banyak kesalahan
Lamun gampang luwih gampang ….. Bila mau menghadapi dengan mudah akan menjadi lebih mudah
Lamun angel, angel kalangkung …… Bila dihadapi dengan susah atau berat akan menjadi berat
Tan kena tinumbas arta ……………… Tidak terbeli dengan uang

Naah, sebenernya, kalau dibaca dari sini banyak banget petuah dari 8 larik kata-kata itu.. daleem banget, apalagi yang orang jawa, pasti ngerti artinya.. dan saya mau ngeik yang penting aja, nggak semuanya, intinya sari pati terpentingnya.. hehehe

jadi gini,
Kenyataan yang ada di masyarakat, orang menikah itu karena hal-hal, seperti :
1. Hartanya
2. Kecantikan atau ketampanan fisik saja
3. Kepandaiannya
4. Derajat atau jabatan atau pangkat
5. Budi luhur, hati yang baik, kebijaksanaan
Naaah, menurut tembang Asmaradana di atas, semestinya yang dipilih ketika akan menikahi seseorang adalah yang disebut di nomer 5, yaitu budi pekerti yang baik, hati yang baik, bijaksana..
karena memang budi pekerti yang baik yang bisa berjalan menuju ke arah yang baik dan kebahagiaan..

gampangnya gini deh, kalau kita mau menikah karena kekayaannya saja, iya, pas nikah masih kaya, laah kalau ke sananya dia jadi kere? emang iya mau di cerai?.. terus kalau karena kecantikannya, orang kan tambah hari tambah tua, atau karena ada bencana trus kecelakaan trus fisiknya nggak sempurna lagi atau sakit-sakitnya, trus dia udah nggak cantik nggak ganteng gimana? mau dicerai? naudzubillahimindzalik.. dan dulu yang orang ga kaya ga cantik ga punya jabatan, kesininya jadi ganteng tajir jabatannya tinggi, naah, apa yang terjadi? kecewa kan? padahal kecewa itu datengnya selalu belakangan.. hehehe.. kecewa salah pilih..

lalu gimana?
yah, hanya orang yang punya hati dan budi pekerti yang baiklah yang insyAllah mau menerima kita, mau berada di samping kita untuk menjalani tujuan utama menikah, yaitu, kebahagiaan..
berati yang orang kayak gimana? kalau saya sih, orang yang tulus mau menerima saya apa adanya tanpa alasan apapun.. hehheee.. yah, selama dia suka sama saya karena ada alesannya, yah udah berati susah juga untuk dibawa ke arah lebih jauh.. tolak ukur saya sih gitu.. Misalnya, ada orang suka saya karena saya pinter, naah, kalau kesananya saya udah ga pinter gimana? masih mau? ya kan? membuat think twice..🙂

iya kan?

Kewajiban orang yang berumah tangga adalah kerukunan. Dalam pepatah jawa dikatakan, Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah.. Kalau rukun, akan jadi lebih damai sentosa atau makmur atau sejahtera.. Kalau orang yang nggak pernah rukun, ujung-ujungnya akan berakhir rumah tangganya atau hubungannya..
Rukun disaat susah maupun senang, apapun yang terjadi, baik itu mudah atau susah harus dihadapi bersama dengan sabar, dengan rukun, dengan bijaksana, tolong menolong.

Sekaya apapuh hidup kita, setinggi apapun pangkat kita kalau diwarnai dengan bertengkar, perselingkuhan juga tidak akan membawa keharmonisan dalam berumah tangga, harmonis saja enggak gimana mau bahagia.. hehhehe.. ciiihh, omongan saya udah kaya orang paling bener aja ya? hehhee padahal itu nyontek di link ini..

Karena bagaimanapun juga, kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan harta..

oia, buku Test Pack karangan Ninit Yunita, juga bagus banget dibaca sebelum menikah.. termasuk buku wajib baca..🙂

yess.. so, are you ready for marry?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s