Mas KAWIN..

heiittss, ati-ati nyebutnya loh yaaa.. intonasi dan jedanya musti diperhatikan.. Jangan dibaca “Mas, Kawin..” yang mungkin artinya minta kawin sama mas-mas, hehehehhe… tapi ini beneran mas kawin (mahar dalam pernikahan).. atau bisa juga dilihat disini maknanya atau pengertiannya.. juga beberapa hukum mas kawin menurut agama Islam, disini, disini dan disini.. Naaah, kenapa ngomongin Mas Kawin atau mahar? hhehehe
bukaaaan, bukan untuk saya, saya belum dipinang kok, masih ada kesempatan buat pria-pria, *lhooohhhhh* ahahahahhaaa..
Nah, jadi gini ceritanya, kapan hari kemarin, saya nganterin temen saya ke toko perhiasan di daerah Solo beli perhiasan untuk mahar atau mas kawin.. hehehe.. calonnya tentu saja bukan saya.. hahahaha..
Nah, saya nggak mau pamerin apa yang dia beli, cuman mau komentar aja, menurut pendapat saya, diulangi lagi ya, ini menurut pendapat saya, pemikiran dibalik kaca mata saya..🙂


memberi mas kawin emang lumrah ya, asal tidak memberatkan bagi pihak mempelai laki-laki..
hanya saja saya menyayangkan saja keputusan teman saya yang membelanjakan uangnya dengan perhiasan emas, untuk mas kawin.. Yah, okelah, mungkin si calon istri suka memakai perhiasan emas.. tapi kenapa .. eh, ya suka-sukanya dia dong ya, orang yang ngeluarin duit dia.. hehehe
maksud saya, kenapa nggak lebih memberikan mahar yang sifatnya investasi?
toh kita nggak tau kan ya, setelah nikah mungkin ada cobaan atau musibah atau apaan.. bukannya mahar sebaiknya dapat digunakan untuk itu? (menyelesaikan masalah keuangan)


yah, mungkin ini hanya pemikiran saya saja yang terlalu berlebihan dan merupakan mak irit , eh maksudnya orang yang waspada dan perhatian akan penggunaan uang *pencitraan* hahhaha😀


lagipula saya juga tidak suka memakai perhiasan emas asli, kenapa? yah karena nggak efektif aja, rawan kejahatan, ribet, kalo sampai ilang bisa nangis darah kan? apalagi kalau harganya jutaan.. ahahhaha.. saya lebih suka yang bukan berbahan logam mulia.. jadi kalo ilang, cuman bilang, “owh, ilang ya? yaudah.. hehhehehe”. keuntungannya yang lain adalah, lebih murah, bisa gonta-ganti bela beli banyak macemnya, mengingat harga 1 cincin monel (besi putih anti karat) seharga 15K/IDR.. uang 100K/IDR bisa beli sekalian kalung gelang, bandingkan dengan yang berbahan logam mulia, bisa kecekek itu lehernya.. hehehhehee.. itu mah versi saya, tiap orang kan beda-beda yaaks..🙂


tapi boleh juga dong yaks, menilik mahar yang bersifat investasi dan gak bakal dimakan jaman..
contohnya adalah emas, sebagai pengganti mahar berupa perhiasan..


oia, pembicaraan ini ditekankan bahwa pada dasarnya kasusnya adalah untuk orang biasa-biasa aja (seperti saya, hehehhe), bukan orang-orang tajir melintir seperti pak Beye atau Aburizal bakrie atau keluarga tajir lain-lainnya.. kalo orang tajir melintir mah suka-suka dialaah, gak usah dibahas, dia tidur aja mungkin bisa dapet duit.. hehehe


naah, ngomongin masalah logam mulia pengganti perhiasan sebagai mahar, bisa kita intip yang namanya Emas batangan keluaran Antam atau dinar emas dan perak.. harganya  bisa diliat disini.. Kenapa sih kok milih emas batangan? atau bagi yang muslim bisa juga melirik dinar..  liat reviewnya disini, disini, disini, disini, disini


udah dibaca? ngerti kan kenapa mestinya milih emas batangan atau kepingan dinar emas daripada perhiasan? hehehhee


bentuknya emas batangan, koin dinar yang kaya gini nih..
emas batangan keluaran antam indonesia



Naaah, kalo dibandingin dengan perhiasan, yang bentuknya sudah kalung, gelang cincin, giwang, etc.. Maka nilai emasnya berkurang, dan nilai jualnya juga berkurang, tidak sama seperti emas batangan..
tapiiii, yang saya maksud disini bukan emas batangan yang satu kiloan itu, bukaaaaaaannn… maharani bener itu.. maksudnya, dalam kasus kecilnya, seperti teman saya kemarin, yang membelanjakan rupiahnya menjadi perhiasan misalnya sebesar 12Million/IDR mendapatkan 16,7 gram emas, berupa kalung, gelang, giwang, cincin dan kotaknya, beserta suratnya dan termasuk ongkos bikinnya.. padahal kalau di jual kembali, nilainya menjadi 11Million/IDR dengan harga per gram emas yang sama…

Kalau dia think smart, cieeehh.. hehehee.. kenapa nggak dibelikan saja dengan emas kepingan yang nilainya sebanyak itu?

kan bisa saja dihitung (harga hari ini, 21.10.2011).. beli 20gram (2keping 10gram) emas yang nilainya Rp. 524.500,00 x 20 = Rp. 10.490.000,00.. trus beli lagi 2,5gram (1keping 2,5) yang nilainya Rp. 534.800,00 x 2.5 = Rp. 1.337.000,00.. yang kalau ditotal lebih murah 600K/IDR perhiasan emas itu tadi kan? naaah, sisanya baru deh dibeliin imitasi-imitasi palingan juga 300K/IDR udah mahal.. Masih sisa kaan? hemat kan beeeb? hehehehehe.. nilai emasnya juga lebih besar kaaan?? naaah, sisanya kan bisa buat traktir saya ke mekdi atau pitsahat.. *wooogghh* hehehe..

lagi pula lebih keliatan “WAH” juga daripada ngasih perhiasan emas asli.. kan nanti di sederahan ada imitasi-imitasinya.. tapi yah gausah dibilangin imitasi laah ya… hahahaha.. trus pas akhad nikah juga bisa bilang.. ” …………. dengan mas kawin seperangkat alat shalat beserta emas batangan 22.5 gram dibayar tunai.. “

whoaaaaaa… prestige kan? wahahahahhaaa.. kan tamunya juga ngliat imitasi di seserahan, masih denger kata emas batangan.. mesti pada mikir, “wah, suaminya tajir nih”.. ahhahahahhaa.. pencitraan banget dan sombong sih, tapi kan demi kedepannya.. bukan untuk gaya-gayaannya.. suer, gada maksud sombongnya looh.. toh pada akhirnya eksekusi keuangan kan diurusin berdua oleh suami dan istri.. ya kan? bukan orang lain… 

hehehee, naah, ini kan contoh solusi untuk temen saya kemarin yang sudah terlanjur membelanjakan rupiahnya dengan perhiasan.. contoh aja siih, kasus tiap orang kan lain-lain..🙂

Ada juga kemarin kejadian lucu, temen saya juga, di Jakarta.. dia maunya uangnya nggak dalam rupiah, hahahhaa.. katanya kesannya jadi sedikit, kalau dalam rupiah… wuhuhuuuhuuu..
teman saya menikah 20.11.2011 nanti di Jakarta.. kayaknya, dan yang jelas saya nggak bisa dateng sih, tapi doa dan ucapannya dateng kok.. hihiihiiihii..
dia maunya mas kawin yang berupa uang dalam bentuk valas.. jadi rinciannya gini..
20 USD, 11 Euro, 2000 Yen, 11 Poundsterling.. Naaah, kalau diitung-itung.. tang ting tung.. kalkulasinya jadiii…. pake kurs bank BI hari ini (21.10.2011)
20 x Rp. 8.912,00 = Rp. 178.240,00
11 x Rp. 12.290,54 = Rp. 135.195,94
2000 x Rp. 11.610,21 (/100) ——————->> 20 x Rp. 11.610,21 = Rp. 232.204,20
11 x Rp. 14.096,11 = Rp. 155.057,21
di total jumlahnya Rp. 700.697,35

Naaah, kalau ngasih uang ga mpe sejuta, malu katanya.. tapi kalau di kasatkan mata seperti itu kan nggak keliatan kalau dikit, katanya.. hahahhaaa.. saya suka idenya… selain cantik angkanya, nggak biasa dan nggak memberatkan si mempelai pria juga kan? ahahahahahaa… 

Saya tau pengantin pria dimanapun dia berada pasti ingin membahagiakan istrinya, tapi kondisi orang satu dengan yang lainnya pasti juga beda kan ya?🙂

yang jelas, mahar tidak boleh memberatkan, diusahakan jangan kredit.. semampunya, tapi ya jangan suka-suka seenak udelnya, yang kesannya jadi merendahkan si wanita yaaaks..😀..  si wanita juga jangan minta yang neko-neko..  dan ketahuilah pria-pria, apabila calon istrinya minta neko-neko yang kalian nggak mampu, udah, mendingan cari cewe lain.. kalo dipaksain ngenes nanti dibawa kedepannya..  masih banyak wanita yang jauh lebih baik..  :)

naaah? bagaimana dengan kamu? yah terserah kamu.. think smart doong.. hehehhe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s