Beruntungnya saya memiliki orang tua seperti mereka..

Babe saya Herry Panudju, AMD seorang guru SMP yang kebetulan berjodoh dengan bunda saya seorang guru SMP juga.. Tapi beda SMP, dengan matapelajaran bahasa Indonesia.. Saya nggak akan crita bagaimana mereka ketemu Dan berjodoh.. Karena nggak penting siih..hehehee yang penting mereka masih memegang komitmen mereka

sampai sekarang & terlihat bahagia.
Yup, yang dibahas adalah how they teach us and shower us with their love.
Dengan tiga orang anak prrempuan yang selisih umurnya sangat dekat, 1,5 tahun saja tiap anak. Bayangkan bagaimana mereka menghidupi kami dan membesarkan kami.
Apa yang saya ingat sampai sekarang adalah Hal-Hal yang menyenangkan untuk diingat.. Sejak kecil kami diajari tentang reward.. Mulai dari Hal-Hal sepele.. Seperti kalau kami merapikan pakaian di lemari kami, Dan kami berhasil menyulap pakaian berantakan menjadi tersusun rapi di almari rewardnya uang 100 rupiah kertas yang baru dimasukin ke amplop.. Dan mungkin 100rp jaman dulu setara sama 5ribu jaman sekarang.. Hal kecil tapi sangat membekas.
Waktu kecil, mereka sudah mengasah kepercayaan diri kami.. Saya ingat, sewaktu d rumah eyang Sragen, kami kayak Ada show gitu.. Artisnya ya kami bertiga.. Penontonnya eyang kakung, eyang putri, babe bunda.. Kami nyanyi atau menari atau deklamasi atau pantomim atau membuat lelucon satu Persatu dengan pedenya.. Nggak tau itu bagus atau jelek, kami mendapat tepuk tangan.. Dan babe berakting "cuiit cuuiitt" terasa sekali kami dihargai, mereka menggali potensi kami.
Mereka mengajari kami untuk gemar membaca. Kami berlangganan majalah Bobo, Fantasi dan bianglala yang terbit tiap minggu.. How much money they spent money for us, just for reading.. Belum lagi tiap kenaikan cawu kami diajak ke toko buku Dan membeli buku semau kami.. Dan yaaa.. Kami menjadi suka membaca berujung pada kami bertiga memakai kacamata. Yang paling parah saya.. -7😉
Sejak kecil kami sudah diajarkan untuk disiplin.. Ditambah lagi kami bersekolah di yayasan khatolik.. Jam 6 pagi kami semua sudah harus rapi dari ujung sampai ujung.. Jam 6.15 tepat, berangkat dg rute terminal nganter bunda.. Lalu ke SMP saya Dan adik.. Trus k SMA teteh terakhir kantor babe.. Pulangnya juga begitu, babe jemput teteh, ke SMP saya, trus k terminal nyamperin Bunda.. Baru pulang k rumah.. Jangan harrap kalau jam 6.15 belum siap akan ditunggu.. Karena bakal ditinggal, Dan walhasil naik angkot k sekolah tanpa tambahan uang saku untuk bayar angkot =p .. Pernah Ada kejadian pas SD, teteh rewel pagi2 nggak tau kenapa.. Eeeh, si babe marah.. Dibentak tuh teteh sambil bilang "saya siram tengkleng nih". Hmmh, terdengar kejam, tapi memang itu yang membuat kami menjadi seperti sekarang..
Kasih sayang nggak kekurangan di Keluarga kami. Kami saling memperhatikan satu sama lain dan saling menghargai. Dan kami tidak pernah tega melihat orang lain kekurangan, bersedih, susah ataupun menangis. Bawaannya ingin nolong terus meskipun terkadang kami sendiri juga butuh ditolong.. Karena memang didikan yang keras akan disiplin dan kasih sayang, akirnya kami bertiga menjadi orang yang mudah trenyuh, gampang menangis , tidak tegaan dan mengasihi..

Saya lahir bukan dari keluarga kaya.. Bukan dari keluarga populer terpandang ataupun dari keturunan bangsawan.. Bukan pula terlahir dari orang yang berfisik sempurna.. Tapi saya bersyukur dengan keadaan tersebut.. Kami bertiga tidak berparas cantik yang menjadi rebutan.. Kami hanyalah perempuan-perempuan sederhana yang sangat biasa saja.. Bedanya adalah kami mengenyam kebahagiaan keluarga sejak kami lahir sampai saat ini..

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s