Kalau atau Galau?

Semakin banyak pilihan semakin susye.. kata temen saya, harus mulai cari cara untuk menyaring orang yang masuk.. hallah, dikata gampang apa yak? hehehe.. saya masih menikmati setiap single days saya.. karena saya belum pengen mikir yang jauh-jauh.. apa yang ada aja dijalani dulu.. hehehe.. dan sekarang obrolannya jadi sering menohok.. hahaha.. Kapan Nikah? Calonnya orang mana? Kok pacaran sih, nggak langsung nikah aja? Sama ini mau? Sama itu mau? Ta kenalin sama yang di sana ya? Dideketin sama yang di sini ya?

Jleb!

Apa saya nggak laku sih? hehehe… saya kira bukan masalah laku atau enggaknya.. tapi cenderung ke… mau atau enggaknya, thats all.. mmm, ngerasa big thanks juga sih buat semua yang udah memperhatikan saya, tapi yaaah, heheehe.. I’m 23 years old.. hehe *banyak alasan*

Menurut saya, questions yang terjadi di masyarakat nggak akan ada habisnya. Seperti saat Kuliah, nanyanya kapan lulus? setelah lulus, nanyanya kapan kerja? sudah kerja, nanyanya Kapan Nikah? nanti sudah nikah, nanyanya Mana Anaknya? dst..dst..dst.. nggak ada yang nanya, Kapan Mau Mati?

dan yang kadang ngebetein adalah, ketika ada teman belum dapet pasangan, bingung mau menikah minta support, saya kasih support, setelah dia nikah, dengan sok’nya dia menganjurkan saya untuk segera menikah. Jedeerrrr..  Apa dia nggak ngaca jaman dia belum menikah???? *HAHH?!*

hehehee.. hidup memang aneh, lucu, terkadang nampak konyol.

tapi ada teman saya yang benar-benar saya salut, dia sudah menikah dan bilang ke saya, “siapin mental karena nggak semudah yang dibayangin nggak sebahagia yang dikira meskipun menikah dengan orang yang paling kamu cintai dalam keadaan berkecukupan.. tapi, kalau kamu bisa melewatinya dengan ikhlas, dan sabar insyAllah kamu merasa sangat beruntung dan bahagia.

saya lebih suka dengerin yang seperti itu, karena, bukannya membuat saya aman (ayem), enggak.. tapi hal-hal share yang seperti itu yang bikin kita bisa berpikir lebih dewasa. seperti yang dibahas di buku Menikah Adalah Bunuh Diri, bahwa menikah bukan untuk menyelesaikan masalah. Menikah adalah pekerjaan. Dan bener juga kata Adhitya Mulya yang bilang kalo menikah harus disiapkan.

Saya juga telah menetapkan standart kok, jadi nggak usah kuatir dengan apa yang nanti saya pilih. Dan Allah lebih tau mana yang terbaik untuk saya. Oke, saya memang mengulur waktu saja.. hhehehe.. itu juga demi kebaikan keluarga saya. Apapun yang saya jalani, saya minta, jangan menghakimi sepihak saja, cobalah untuk melihat dari sisi saya juga. Dan untuk orang-orang di dekat saya yang memperhatikan saya, nggak usah kuatir, saya tau dimana batasnya, dimana saya harus berhenti, dimana saya harus maju terus. Terimakasih atas semua perhatiannya. Saya masih menikmati hari-hari saya dengan berkawan dengan siapa saja. Juga ada cita-cita yang ingin saya raih terlebih dahulu. Jadiiiiiii, feel free for friends.🙂

Kalau saya mendapatkan yang tajir melintir, yang pasti saya minder.. hehhee.. tapi akan tetap berlaku standart  dan harus mau menjadi anggota PERBANAS (persatuan bawa bekal nasi) tapi kalau dikantornya sudah ada catering yaudah, gausah bawa nggak papa, tapi tetep diganti bawa cemilan sehat dari rumah dan uang saku 10ribu aja.. *calon istri irit*.. nggak usah naik mobil kalo ngantor *kecuali jauh atau rame-rame berangkatnya* cukup pake motor saja, syukur-syukur 15ribu bensin untuk 5 hari kerja atau ada bis karyawan.. uangnya ditabung buat bikin kost-kostan, investasi hari tua. hehehehe *irit*.. Tetep saya menteri keuangannya, setor gaji total, potong ini itu bayar ini itu.. hahhaaa..

Saya nggak akan ngatur-ngatur mau merokok atau enggak, mau malas-malasan atau kerja lembur-lembur, itu pilihan, tapi yang pasti harus rapi, disiplin dan mau beres-beres rumah. yang makannya nggak milih-milih, dikasih nasi sama garam mau.. hahhahaa

Kalau saya jadi ibu rumah tangga, saya juga nggak mau ada ART, semua saya tangani sendiri. Kecuali anak saya lebih dari satu, atau benar-benar harus ada ART (tidak bisa diatasi sendirian). Suami juga harus mau mendukung dan mengurus anak, kalau enggak mau, tendaaang.. hehheee

Kalau saya bekerja, nggak boleh ada istilah uang istri atau uang suami, yang ada adalah uang kita. tapi boleh aja kalau maunya, uang saya ya uang saya, uang kamu uang saya.. hhahahha enggak deng, *kidding*

Yang namanya menikah yah harus hidup bersama, nggak ada ceritanya saya di benua A dia di benua B.. kemana-mana saya ikut.. hehehe

Protes masakan boleh, tapi nggak boleh nyinggung perasaan..

Kalau Lebaran, semisal beda kota, tahun ini malam takbir dan shalat Ied di kota saya, tahun depan di kota dia begitu seterusnya. Diusahakan adil.

Kalau libur ya sempatkan untuk liburan atau quality time untuk keluarga.

Kalau belum punya rumah sendiri, awal tahun ngontrak rumah dulu nggak papa, setelahnya insyAllah kebeli rumah sendiri,  yang jelas, tidak ikut salah satu orang tua, kecuali orang tua yang mau ikut kita, dengan syarat dan ketentuan berlaku. hehehe, waspada aja dan takut didzholimi mertua kaya disinetron-sinetron sih.. *korban sinetron*

Yang jelas, terimakasih untuk semuanya, terimakasih nasehat-nasehatnya dari orang-orang disekitar saya. juga yang telah memperhatikan dan menyayangi saya. Terimakasih. Saya nggak bisa balas kebaikannya satu-satu, tapi insyAllah, Allah akan membalas kebaikan kalian semua, saya juga selalu berdoa supaya kalian masuk surga dan diberi kebahagiaan selamanya. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s