What a Wonderful World

*I see trees of green, red roses too..*

Hari ini saya merasa sangat bahagia.. (alhamdulillah)
serasa seperti lagu “What a Wonderful World” nya luis Amstrong menjadi theme song apa yang saya lalui pagi ini.. Dan saya berharap seterusnya dan selamanya lagu What a Wonderfull World ini menjadi theme song hidup saya, amin.😀

*I see them bloom, for me and you*

dan yang saya rasakan hari ini, setiap yang saya lalui terdengar sayup-sayup lagu ini..
pagi ini saya bangun lebih pagi dari biasanya.. saya melihat cahaya matahari dan saya melihat daun-daun pohon leci di depan rumah tertiup angin.. silau, tapi.. (alhamdulillah)

*And I think to myself, what a wonderful world*

pagi ini, ada yang mengucapkan sugeng enjang (selamat pagi), meskipun saya balas dengan berantakan karena entah kenapa HP saya kalau untuk mengetik banyak melesetnya, mungkin karena terlalu cepat mengetiknya.. (alhamdulillah)

*I see skies of blue, and clouds of white*

pagi ini pula saya sempat mengobrol dengan ibu saya, saya melihat senum yang mengagumkan dari beliau dan saya akan selalu merindukan senyum itu.. (alhamdulillah)
pagi ini saya mencium bau wangi babe, melihat perutnya yang mulai menggendut dan pinggang berlemak.. (alhamdulillah)

*The bright blessed day, the dark saying goodnight*

pagi ini saya melihat eyang saya yang segar, sehat dan masih bisa jalan-jalan.. (alhamdulillah)

*And I think to myself, what a wonderful world*

pagi ini saya mengantar teteh dengan senang hati dan bangga ke tempat kerjanya dengan selamat dan aman.. serasa di dalam hati bilang “teteh gue niih..” ke semua orang.. (alhamdulillah)

*The colors of the rainbow, so pretty in the sky*

pagi ini saya bisa menikmati jalanan Solo, semuanya tampak begitu sedap dipandang mata.. Jalanan yang ramai dan mulai nampak kemacetan di beberapa titik.. dan langit terlihat begitu biru.. (alhamdulillah)
Saya melihat pak polisi tersenyum.. membalas senyum saya.. Jangan salah sangka ini bukan untuk tebar pesona, tersenyum ala pepso*ent di sepanjang jalan adalah trik saya supaya pengguna jalan yang lain mau mengalah sama saya, dan pada akhirnya mereka dengan terpaksa atau tidak (hanya Allah yang tau) mau memberikan jalan untuk saya.. selain itu juga menjadi senjata supaya orang yang saya serobot jalannya atau saya senggol spion mobilnya tidak marah.. hmmmhhh.. tapi jangan dikira saya sudah gila, tolong jangan mengacaukan imajinasi saya.. tersenyum ala pepso*ent begini juga ada efek buruknya, bisa membuat gigi jadi kering, jadi cepet haus, oke, nggak usah dibahas, karena akan merusak imajinasi dan saya ikhlas kok untuk tersenyum..🙂 (alhamdulillah)

*Are also on the faces, of people going by*

dan mungkin itu adalah salah satu alasan saya untuk tidak menutup kaca helm dan tidak menggunakan slayer (penutup muka) disepanjang jalan pagi ini karena pagi ini tidak begitu berdebu tidak begitu panas dan masih terasa sejuk sisa hujan semalam.. saya masih bisa tersenyum ala pepso*ent.. (alhamdulillah)
semua yang saya lalui di jalan terlihat sedap dipandang mata.. seakan semua orang dewasa, bayi, anak kecil, remaja, orang-orang lanjut usia melambaikan tangan kepada saya, tersenyum, dan melihat raut muka bahagia mereka meskipun saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.. (alhamdulillah)

*I see friends shaking hands, saying “how do you do?”
They’re really saying“I love you” *

pengemis-pengemis di perempatan jalan pun terasa seperti berkata, “hai mbak, apa kabar? boleh saya meminta seribunya?” jawab saya, “ini, silakaan..” (tetap dengan senyum ala pepso*ent) dalam hati kecil saya, oke, nggak papa hari ini kamu memalak saya seperti preman karena kamu adalah orang dewasa sehat bugar yang tidak melakukan apapun untuk saya.. nggak papa.. karena hari ini saya merasa bahagia dan saya ikhlas dengan senyum pepso*ent saya.. (alhamdulilah)

*I hear babies crying, I watch them grow*

pagi ini saya masih menikmati jupri biru dan saya memakai jaket orange saya (entah kenapa saya suka sekali dengan jaket yang warnanya mirip seragam tukang parkir itu).. di jalan saya mencium wangi sabun.. orang-orang sudah mandi mungkin.. bau serabi di pinggir jalan, bau nasi liwet, oohh sedapnyoooo.. dan Solo tampak memukau.. saya bisa selip kanan kiri meskipun sebentar-sebentar saya harus ngerem secara mendadak karena orang menyeberang atau orang bersepeda motor di tengah jalan yang kecepatannya tidak pelan tidak kencang, dia nggak mau disalip dari kiri dan nggak bisa disalip dari kanan meskipun saya sudah memakai lampu sign.. yeppp, itulah seni naik motor yang sangat indah di Solo.. karena saya bahagia hari ini.. (alhamdulillah)

*They’ll learn much more, than I’ll ever know*

dan hari ini saya menikmati hari saya dengan santai, semua terasa slow motion, saya juga akan menikmati tiap detik ini yang entah kapan mungkin saya tidak akan bisa merasakannya lagi karena tidak akan terulang dengan hal yang sama persis.. (alhamdulillah)
dan saya mengetik tulisan ini tak terasa telah menghabisakan 7 lagu Luis Amstrong.. (alhamdulillah)

*And I think to myself, what a wonderful world *

saya berdoa untuk kebahagiaan semua orang yang sempat membaca tulisan ini, semoga orang-orang yang ada di sekitar saya yang saya kenal maupun tidak, semuanya merasakah syukur dan bahagia yang sama dengan saya hari ini..

dan,
semoga semuanya masuk surga, amin.

*Yes I think to myself, what a wonderful world
Oh yeah..*

well, ini adalah cerita what a wonderful world saya hari ini.. (alhamdulillah)
Apa cerita What a Wonderful World kamu?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s