sayap yang patah dan hati yang terluka

diihh.. judulnya lebaii.. hehehe
iyaa.. mau lebai-lebaian dulu.. terserah yang ngebaca mau komentar apa aja.. yang jelas ini adalah hal lebai yang terjadi pada saya..
yuuupp.. diusia semacam saya

(baca:tua) 24 tahun adalah mungkin masa-masa wanita mulai dipinang atau dilamar.. yesss iyah lamaran atau propose cinta dari pria.. diusia-usia setua saya mungkin sudah biasa.🙂
and well..
kemarin sempet.. mmm.. bukan sempet lebih tepatnya telah terjadi lamaran secara tidak langsung kepada saya.. dimana seseorang menginginkan sebuah komitmen (baca: komitmen besar) kepada saya.. well.. ada yang membuat berat untuk melangkah.. sebenernya nggak masalah siapa orangnya atau apaan.. enggak.. toh pria tersebut juga sudah mapan, sudah menginjak usia nikah yang matang mungkin terlalu matang malahan (selisih 7 tahun), bertanggung jawab, sudah memiliki kehidupan yang aktifitasnya teratur. MUSLIM pula.. naaaah.. apa yang jadi kendala? nggak ada kan?
dari pihak saya? saya juga MUSLIM, sudah cukup umur untuk menikah, insyAllah saya bisa menjadi istri dan ibu yang baik.. cumaaaaannn..
ada yang bikin kurang sreg aja.. karena teteh saya berusia 25.9bulan belum menikah.. saya nggak mengkambing hitamkan teteh saya.. enggak.. cuman jadi nggak sreg aja karena teteh saya belum menikah.. sedangkan saya misalnya telah melakukan lamaran atau apa.. nggak enak rasanya.. saya tahu pasti perasaan teteh saya jadi nggak enak kan? saya aja yang bakal dilangkahi adik saya aja berasa ikhlas nggak ikhlas kok.. padahal saya anak tengah.
dan yang jadi pertimbangan saya, adalah.. Emang tuh pria mau menunggu saya bisa menikah yang enggak tau kapan waktunya? karena saya mengambil keputusan baru akan menikah setelah teteh saya menikah.. saya juga ingin memenuhi keinginan bunda saya, bahwa bunda ingin anaknya menikah secara urut.. nggak ngedahuluin kakaknya. Sedangkan saat ini teteh saya belum sreg dengan pria atau belum jelas dengan hubungannya sendiri. dan saya mikir tuh pria pasti nggak mau gitu juga kan? apalagi dia dari anak pertama di keluarganya, dimana usianya sudah masuk sekali usia nikah.. pasti jadi masalah pula untuknya, dimana kalau terjadi lamaran ketemu keluarga, pastilaaah kalau saya mengulur2 waktu atay tenggat menikah pasti jadi masalah buat dia.. naaah saya nggak mau kaya gitu.. sungguh.. pasti enggak enak banget kan?
sedangkan saya juga bukan wanita yang terlalu pemilih.. asalkan pria tulen, muslim, bertanggung jawab, dan mau menerima saya beserta orang-orang disekeliling saya apa adanya bagi saya itu cukup. masalah fisiknya kek apa asal normal nggak cacat juga nggak masalah.. cuman yah gimanaa.. Pria itu nggak bisa saya terima dengan hal sepele.. Saya juga menganjurkan dia untuk memilih teteh saya, tapiiii… sepertinya dia marah.. Mungkin enggak terima, dengan keputusan saya.
padahal sebelum mengambil keputusan itu, saya juga sudah merundingkan semuanya dengan babe, bunda, dan teteh saya.. mereka menyerahkan semuanya kepada saya, tapi saya tahu pasti perasaan mereka ada yang terluka. Apalagi besuk April rencananya adek saya juga mau dilamar orang. Pasti juga ga bakal lama-lama menuju tenggat nikahnya kan?
hmmmhhh… serba salah, dan saya merasa sangat bersalah.. tapi saya bisa apa? selain minta maaf..
dan yaaaaaaakkk sodara-sodara, mungkin pria itu terluka..
dan yang jadi instropeksi saya adalah, apakah saya terlalu memberi harapan padanya? sedangkan saya tidak pernah menjanjikan atau melakukan apa-apa kepadanya..
yaaahh sudahlah.. semoga sayap yang patah dan hati yang terluka segera sembuh dan bisa terbang bebas lagi.. semoga dia menemukan sarang yang tepat untuknya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s