cerita panjang tentang sebuah hubungan

abis sahuurr..heemm kenyang kenyang kenyang, hehehee..
kemarin saya buka puasa bareng kenalan saya, yang sudah saya anggap sebagai mas saya sendiri, (iya, karena dulu pernah mau saya comblangin sama teteh saya, hehe) sebut saja Handono (nama samaran). Dia bekerja di PT. apa ya? lupa, hehe pokoknya tentang pemasangan pipa di laut. Kami bertemu di Ambassador, daerah Kuningan. Pas ngeliat orang ini, kriting, badannya kurus, tinggi 170an, tapi pipinya gembul tembem.. bisa dibayangin dong, anehnya, hahaha.. iya, ga mecing banget..tapi tenang saja, dia tetap manusia dan insyAllah tidak menggigit, tapi nggak tau udah suntik rabies apa belum, huehehe..
Tadi abis makan, kita ngobrol panjang kali lebar, salah satunya adalah hubungannya dia dengan pasangannya, panggil saja namanya Asri (nama samaran). Hubungannya dengan Asri ini merupakan hubungan yang tidak jelas, karena bagaimanapun, sebegitunya Asri mencintai mas Han, tapi mas Han belum mencintainya juga dan dia tidak bisa menjelaskan alasannya apa. Untuk saya, kasus seperti ini aneh, yah, kalau tidak suka atau belum bisa jatuh cinta, kenapa harus membentuk suatu relationship? bukankah hanya membuang waktu percuma saja? karena tidak ada ketulusan dalam hubungan itu. terus, ternyata si Asri ini cemburuannya bukan main, Astri berumur 25 tahun, 2 tahun lebih tua daripada saya, naah, tapi katanya mas Han dia tuh masih suka kayak anak kecil, dan salah satu keanehannya adalah, Astri meminta password email dan Facebook mas Han.. Helloooo mas Han bukan milik kamu Astri, nyadar doong.. pria juga butuh privasi. Lagipula hubungannya juga masih sebatas pacaran, bukan suami istri. Menurut pendapat saya, meskipun sudah menjadi suami istripun juga ga boleh gitu, masa iya, privasi orang diacak-acak.. posesif banget.. yah kalo takut ada perselingkuhan atau apa, cara untuk mengetahuinya nggak kaya gitu. Kalau kaya gitu mah artinya nggak ada kepercayaan sama pasangan doong.. Prinsip saya, meskipun sudah menikah, saya juga nggak akan minta password atau akses yang memang itu bersifat privasi, bahkan untuk mengacak-acak handphone atau dompetnya pun menurut saya  kurang sopan, dan merupakan perbuatan yang tidak pantas, halah..hehehe.. Yah, karena kalau emang tidak sejak dini menanamkan kepercayaan sama pasangan, trus mau ngapain dalam hubungannya? just sex or fun? nggak ada bedanya ma pelacur dong ya, kalau seperti itu. Hei, kalian para pasangan possesif, tindakan kalian yang selalu ingin tau dengan cara seperti itu cuman perbuatan cemen. Cara bodoh yang cuman bisa membuat pasangan semakin menjauh dari kalian. Dan yang perlu digaris bawahi adalah, pasangan kalian bukan milik kalian, tapi dia tetep milik ALLAH. ngerti ga lo semua? hiiih..kesel jadinya, hehee.. Semakin pasangan diberi kepercayaan dan kebebasan, justru itu yang akan mengawetkan hubungan. Sekarang, siapa sih yang mau saban hari dicemburuin? ada pesan dinding trus langsung desek-desek tanya dengan detail atau bahkan pesan dinding di Facebook dikomentari yang bersifat menyerang si penulis dinding, nggak sopan kan? yah, ini yang dilakuin si Astri. Untuk mbak Astri dan semua yang merasa melakukan hal yang sama dengan Astri ini, tolong yaa, jangan bersikap seperti itu, hal-hal kaya gitu cuman akan menjauhkan pasangan dari anda.
Nah, abis ngebahas si Astri, mas Han cerita tentang hubungan temennya, sebut saja namanya Davi dan pasangannya Nini. Ini ceritanya lebih seru lagi kalau menurut saya, hehe. Davi ini orangnya care sama Nini, tapii sama sekali care-nya Davi ini nggak bersambut. Aigoo.. kenapa? katanya sih si Nini ini ngerasa dirinya cantik, emang dari kecil kebutuhannya bisa dipenuhin sama orang tuanya. Istilahnya mau apa aja dia bisa gituh. Davi ini kalau mau telpon Nini aja mesti ijin dulu sebelumnya sama Nini, bilang, sekarang mau telpon bisa nggak? ganggu nggak? Hahahaa, batin saya, emang Nini nih orang sibuk bener ya? Sampai-sampai pacarnya mau telpon aja mesti gitu.. Terus, mereka suka BBMan, Davi kirim banyak pesan ke Nini, semuanya laporannya udah delivered dan read, ampe 15an, eeh, nggak satupun dibalesin sama nih anak, dan kejadiannya sering.. Haduuh *tepokjidat. Bisa ya kaya gitu? heran saya.. okelah, kita lanjutkan. Davi ini ditarik masuk ke keluarga si Nini, semua saudara Nini kenal sama Davi, tapiii Nini nggak mau masuk ke keluarga si Davi, contohnya nih, suatu ketika Nini nunggu angkutan umum di depan rumah si Davi (fyi-rumah Nini ma Davi terpaut 5 rumahan, peknggo-nggepek tonggo-dapet tetangga), mamanya Davi ngeliat dan tau Nini, Nini sama sekali nggak nyapa, dia diem aja, padahal di depan rumah itu ada ibunya Davi dan saudara-saudaranya. Langsung tuh, mamanya Davi nelpon Davi, tanya apa lagi marahan sama Nini? kok dia di depan rumah nggak nyapa sama sekali, geraam dong si Davi, Davi nanya ke Nini, daaan alasan Nini apa? dia bilang Nini malu A’.. Heloooo malu?? emang nggak bisa senyum ya? orang tua tuh kita nundukin muka sebentar trus senyum, mereka tuh udah senang, apalagi kita hidup di Indonesia, beda cerita kalo kita hidup di sarang teroris ato orang-orang yang begitu kita senyum trus kita langsung dibunuh. Heran, ada ya? orang begitu? padahal sama ibunya pacar, tetanggaan pula. beda cerita kalo nggak pernah ketemu ato nggak kenal.. Trus, si Nini ini kalo diajakin keluar ke mall, min. ngabisin uang Davi 2juta-3juta.. Wong edan, gendeng, sableng.. nggak tau si Davi ini dapet apa kok bisa mau-maunya begitu. Laginya, Nini ini maunya, sebelum nikah Davi mesti punya rumah sendiri dulu, nggak usah pake pembantu, seneng doong Davi denger yang beginian, berati Nini mau sepenuhnya ngurusin Davi dan rumah tangga.. tapii kenyataan berbicara lain Nini nggak mau masak atau pekerjaan rumah lainnya, lah trus siapa yang ngerjain? Davi doong, katanya dia bisa bilang, lah aa’ kan udah gede, masa iya nggak bisa masak sendiri? HLOH..aneh kan? trus kalo udah punya anak dll, siapa yang ngerjain? jawabnya yah Aa’ Davi.. Bwuahahahaaa.. sungguh, saya dapet cerita seperti itu, rasanya pengen garuk-garuk tanah kalo perlu garuk-garuk tembok, kok ya adaaa gitu manusia yang begitu itu.. hahahaha. Aneh sekali. Pesan saya untuk Davi apabila dia menyadarinya, tinggalkan saja pacar anda, cari wanita yang menghormati pria. Kamu orang baik Davi, setidaknya kamu bisa mendapatkan wanita yang baik pula. Amin.
Baiklah, saya pengen komentar dari kacamata saya,
  1.  Hubungan itu dua arah, nggak cuman satu arah, jadi harus saling memperhatikan dan memberi kabar. Bagaimanapun, komunikasi itu sangat penting, saudara/ saudariku.
  2. Pasangan kita bukanlah pabrik uang, dia mencari uang juga dengan bekerja, memeras otak dan keringat, sunguhlah tdak adil kalau kita memangkas pendapatan mereka, apalagi nominalnya sampai jutaan, jujur ya, saya seumur hidup ini, belum pernah sekalipun minta beli ini itu dari pacar saya, Dibeliinpun, kalau bukan kado atau memang memberi saya nggak mau. Belanja ke supermarket ditemenin pacar, mau dibayarin pasti saya tolak. Kenapa? saya berpikir, ada yang lebih pantas untuk uang itu, yaitu ibu dari pasangan kita, pernah nggak pasangan membahagiakan ibunya? satu-satunya wanita yang seharusnya dia cintai dengan tulus seumur hidup. Pasangan wanita cuman tau jadi aja, kaya apa pasangan kita yang sekarang, lah kalo ibunya? dia yang udah bikin pasangan kita jadi orang begitu hebat, sampai kita tergila-gila (mungkin) sama mereka. Okelah, kalau untuk bayarin makan nggak papa, tapi cobalah berpikir, apa kita nggak bisa beli makan sendiri atau cari makan sendiri? bukankah kita juga bekerja? gantianlaah, kayaknya kok malu ya? kalau sampai makan pun tiap kali gratis. Kalau prianya nggak mau dan kekeuh, ya sudah jangan dipaksa, setidaknya kita sudah berusaha untuk berbagi.
  3. Kepemilikan rumah sebelum nikah. Saya senang meliat pria yang sudah punya rumah sebelum nikah, oke, itu hal baik banget. tapi apa iya selalu mutlak kaya gitu? Rumah jaman sekarang harganya mahal bok.. Apalagi di perkotaan.. Nggak mungkin kan kita punya rumah yang jauh banget dari akses apa-apa? Yah, kalau pasangan belum bisa beli rumah sendiri sebelum menikah, apa salahnya kata-kata, ” Gaji bapak untuk angsuran, gaji ibu untuk makan” bukankah kalo bisa begitu rasanya bisa eraat dan hangat? dua orang bisa saling bantu demi keutuhan hubungan? bukankah kalau bisa terwujud akan menjadi kenangan yang luar biasa?
  4. Ngerasa cantik mah boleh aja, tapi jangan berlebihan, apalagi sampai nunjuk-nunjukin di depan semua orang. Wajar lagi kalau wanita/pria merasa cantik/ganteng. Tapi kecantikan ato kegantengan itu trus jadi alasan untuk seenak-enaknya atau sekarep udele dewe loh ya.. Bagaimanapun masing-masing sudah memiliki kodrat masing-masing. Lagi pula kecantikan itu akan bertahan berapa lama sih? dimakan usia juga kan? cantik-cantik atau ganteng-ganteng tapi monyet juga buat apa? yang ada mah malah menyakiti pasangan. Toh kita ini bukan malaikat kan? yang terus nuntut seenak2nya begitu, apalagi memita pasangan untu A, B, C. Apalagi kalau pasangan itu punya masa lalu yang ‘buruk’ trus kita dengan seenaknya ngungkit-ngunkit atau menyalahkan. Manusia punya sisi baik maupun sisi buruk guys, ladies.. Sebaik apa kita? sampe kita membenci keburukan pasangan. Karena manusia diciptakan berpasangan itu salah satunya juga untuk melengkapi apa yang kurang dan berbagi kelebihan.
  5. Menerima pasangan berati juga harus mau menerima orang-orang yang ada di belakang, di samping, disekeliling pasangan kita tersebut. Nggak cuman nerima pasangan aja. Bagaimanapun, pasangan kita bisa menjadi seperti itu, juga karena orang-orang yang berada di sekelilingnya, bukan karena anda. Jadi sadar diri doong. Andapun nggak bisa tau-tau menculik pasangan dari orang-orang di sekelilingnya. Harus nerima juga keluarganya, teman-temannya, terutama kedua orang tuanya. Yakin deh, hubungan bakal jadi baik atau buruk karena Restu Orang Tua.. daaan Ridho-nya ALLAH adalah Ridho-nya orang tua.. naaahh looo.. jadi gimana? udah jelas kan?
Daan, pesan saya adalah, jangan terlalu posesif, bagaimanapun juga posesif adalah boomerang.. Semakin pasir digenggam makan dia akan semakin tercecer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s